header image
 
 

Pengertian Biodiesel

Sering kali biodiesel dideskripsikan secara umum dengan tujuan agar mudah dipahami oleh masyarakat umum. Namun, ketika deskripsi yang luas yang diadopsi oleh badan otoritatif sebagai definisi formal, mereka dapat mencakup berbagai macam bahan bakar eksperimental bukan biodiesel. Istilah biodiesel memiliki definisi khusus teknis yang telah disepakati melalui proses panjang oleh anggota industri dan pemerintah yang telah mendapat persetujuan penuh oleh American Society of Testing dan Material (ASTM), organisasi pertama tentang pengaturan utama standar untuk bahan bakar dan bahan bakar aditif. Definisi digunakan untuk tujuan seperti penunjukan bahan bakar alternatif, pendaftaran EPA, atau tujuan regulasi lainnya. Meskipun demikian, definisi teknis tertentu dapat membingungkan bagi masyarakat umum. Oleh karena itu kami telah memilih untuk mengadopsi dua definisi untuk biodiesel. Definisi umum adalah deskripsi sederhana untuk masyarakat umum. Sedangkan definisi teknis diadopsi untuk digunakan oleh pelanggan untuk tujuan spesifikasi penawaran atau badan pemerintah untuk tujuan regulasi.

 

B100 Klaten Energy

Definisi Umum Biodiesel:

Biodiesel merupakan bahan bakar domestik terbarukan untuk digunakan pada mesin diesel yang berasal dari minyak alami seperti minyak kedelai, minyak sayur, minyak jarak, minyak biji matahari serta memenuhi spesifikasi ASTM D 6751.

Biodiesel dapat digunakan dalam konsentrasi berapapun dicampur dengan bahan bakar diesel berbasis minyak bumi untuk mesin diesel tanpa memodifikasi mesin. Biodiesel tidak sama seperti minyak sayur mentah. Biodiesel dihasilkan oleh proses kimia yang menghilangkan gliserin dari minyak.

 

Definisi Teknis untuk Biodiesel (ASTM D 6751) dan Biodiesel Blend:

Biodiesel merupakan bahan bakar nabati terdiri dari mono-alkil ester dari asam lemak rantai panjang yang berasal dari minyak nabati atau lemak hewani, diberi lambang B100, serta memenuhi persyaratan ASTM D 6751.

Sedangkan Biodiesel Blend merupakan campuran bahan bakar biodiesel ASTM D 6751 dengan minyak bumi berbasis bahan bakar diesel, yang diberi lambang BXX, di mana XX merupakan persentase volume bahan bakar biodiesel dalam campuran tersebut.

Biodiesel, sebagaimana didefinisikan dalam D 6751, terdaftar dengan EPA AS sebagai bahan bakar dan bahan bakar aditif berdasarkan Pasal 211 (b) dari Clean Air Act.

Biodiesel biasanya dihasilkan oleh reaksi dari minyak nabati atau lemak hewani dengan alkohol seperti metanol atau etanol dengan adanya katalis untuk menghasilkan mono-alkil ester dan gliserin, yang dihapus.